Saturday, 29 September 2018

Lelah

Susahnya menerima. Dari yang ada. Dari yang bersedia. Itulah yang membuatmu susah. Bukan perihal melulu. Apalagi apa-apa yang terlalu. Tapi kenapa suka muluk-muluk. Ketika ada yang memudahkanmu? Bukan aku memaksa. Tapi banyak yang berkata. "Hal kecil yang kau anggap sederhana. Nyatanya sering jadi...
Share:

Tuesday, 25 September 2018

Hempasan

Senja ini. Masih terngiang sebuah kata. Diiringi rintikan hujan yang tiba-tiba menganggu ketenangan di sela-sela buluh kata itu. Mengiramakan kesedihan yang terukir di jiwa. Membiarkan saja sajakku melayang. Berlembar-lembar ku biakkan kata. Kuhimpun berjuta kata dalam angan. Ku rangkai menjadi untaian...
Share:

Friday, 21 September 2018

Takut Kalut

Rasanya takut. Terasa kalut. Dari banyak tulisan yang saya baca. Semua garis akan berlalu dengan tanpa kata lambat.  Rasanya takut. Terasa kalut. Terpintas ujar terlambat sambil dibayang duka mendalam tersibak.  Rasanya takut. Terasa kalut. Sat itu memang dihujami luka. Bukan lagi dalam...
Share:

Tuesday, 11 September 2018

Jangan

Jangan lupa membawa ponselmu ke manapun kamu pergi. Karena kamu sering kali tidak membuka pesan dariku. Jangan lupa membuka pesan dariku. Karena kamu sering kali menumpuk pesan dariku, Hingga berbulan-bulan lamanya. Padahal kolom chatk-ku masih bertengger paling atas di ponselmu. Jangan lupa membalas...
Share:

Friday, 7 September 2018

Kuberi Judul Bab Wafda

Masih terpampang jelas. Aku terakhir kali mengirim surat itu adalah pada tanggal 1 Mei 2018. Surat yang kutulis tanpa harapan dibalas. Karena aku pikir untuk apa dibalas. Toh semua juga telah berakhir. 1 minggu berlalu. Benar, tanpa ada balasan. Dan aku menyerahkan semua hasil surat-menyuratku kepada...
Share:

Wednesday, 5 September 2018

Egois

Egois adalah aku yang mengaku rindu sudah di ujung buku. Cerita yang aku tutup beku dan maaf adalah semu. Apakah aku pemaaf bagi diri sendiri, atau sebuah alibi ketidakmampuan diri.  Menjadi api dan pergi atau lari dari keinginan berbagi sepisebab aku kacau selalu-lagi. Keinginan menyimpan cahaya...
Share: