Kamis, 03 September 2026

Memperjuangkan Organisasi

Sebuah catatan yang ada di handphone-ku. Entah kutulis kapan. Tapi yang jelas, ini soal organisasi. 

Organisasi tidak pernah dibangun untuk menjadi milik segelintir orang. Dan ya, tidak semua senior layak diteladani. 

Ada yang tertatih-tatih dalam mendidik agar kadernya layak. Ada pula yang berjuang sekuat tenaga dalam mendidik agar terbangun patronase.

Ada yang senantiasa bersabar dalam menikmati proses, ada pula yang menginginkan segalanya serba instan.

Ada yang memberi jalan untuk kadernya bertumbuh, ada pula yang sibuk memastikan tidak ada yang tumbuh lebih tinggi darinya. 

Ada yang memikirkan visi besar organisasi, ada pula yang hanya memikirkan kepentingan politik jangka pendek. 

Bedanya hanya satu: yang satu dikenang karena ketulusannya, yang kedua dikenang karena egonya.

Mungkin saja, organisasi ini terkendala problem solving. Dan ya, keberanian berorganisasi dilihat dari keberanian menyampaikan kritik atau kekeliruan di hadapannya langsung. Begitupun sebaliknya. Termasuk juga soal kecakapan, dan keberanian membangun argumentasi. 

Yang terjadi hari ini adalah kader berpraktik untuk dirinya sendiri, bukan untuk organisasi. Soal senior, problemnya memang tidak mau. Atau tidak diakses. Maka, harus ada yang mengorganisir!

Tapi siapa? Ya siapa saja yang mau dan mampu. Yang pasti, untuk sementara ini, saya undur diri. Menepi secara sadar. Dan terus berharap dan berdoa. Walau mungkin konsekuensinya jauh lebih besar. Ya, semoga berkah rahmat ilahi melimpahi perjuangan kami. Begitu kata salah satu hymne.

Sebagai penutup, ada sebuah paragraf dari Buya HAMKA yang sangat menarik, dan patut kita refleksikan. Dikutip dari buku Iman dan Amal Sholeh terbitan Pustaka Panjimas tahun 1982.

"Hal yang demikian dapatlah dimisalkan kepada yang mendirikan partai politik, mempunyai AD/ART, memberi garis-garis tertentu daripada ideologi yang hendak mereka perjuangkan. Dan orang diajak dan disarani supaya masuk kedalam partai itu. Tentu saja partai itu mempunyai disiplin yang tidak boleh dilanggar. Karena suatu partai yang tidak mempunyai disiplin bukanlah partai. Bertambah teguh disiplin bertambah kualitas partai, meskipun anggotanya tidak banyak. Sebaliknya suatu partai yang bagaimanapun besar dan banyak anggotanya, kalau disiplinnya tidak ada, kalau anggota dibiarkan saja semau-maunya mencampur aduk ideologi yang mereka perjuangkan dengan ideologi yang lain, niscaya runtuhlah partai itu. Bukan runtuh dari luar, tapi runtuh dari dalam."


Share:

0 komentar:

Posting Komentar