Minggu, 08 November 2026

Memang Nasib (Sial)

Malam ini sengaja menghampiri sekretariat organisasi. Rencana memang hanya sebentar. Sebatas minta tolong foto untuk besok daftar sidang tesis. Ngobrol sebentar. Usai itu pulang.

Pas parkir di depan, wah ternyata cukup ramai. Ada beberapa orang, yang memang memiliki pandangan berbeda denganku. Setidaknya sampai saat ini. Terlanjur parkir, ya terpaksa tetap masuk. Memang nasib.

Salaman, basa-basi sebentar, langsung masuk kedalam. Sedikit ramai. Sedang masak-masak. Habis foto, ikut makan agar suasana cair. Memang banyak sindiran soal konflik yang terus membekas sejak beberapa bulan lalu. Tak masalah. Nikmati saja.

Jujur terasa kurang nyaman. Kupilih untuk tetap didalam, tidak ikut ngobrol di luar. Mungkin beberapa membaca soal sikapku. Baguslah, cukup cermat dalam mengamati. Beruntung beberapa tetap didalam menemani.

Usai sesi foto yang kedua, langsung merapikan diri dan pamit pulang. 

Seperti kata Alm. Babeh Romi: maklumi sajalah. Ada yang belum selesai. Setidaknya membekas. Entah sampai kapan. 

Disatu sisi, cukup gembira melihat senior masih ada yang mau turun menemani junior. Semoga membawa dampak. Secara khusus dampak "lompatan kualitatif". Istilah yang baru saja kusampaikan ke kader-kader UIN beberapa hari yang lalu.

Semoga, ya.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar