Gemericik air diluar sana makin giat membasahi bumi. Terdengar bunyi kelakar langit ikut meramaikan malam yang mulai sunyi. Membuatku semakin terlonjak kaget, apalagi keadaan rumah yang benar-benar sepi. Hanya aku seorang diri.
Ruanganku juga tampak gelap dan singup. Bukan, bukan karena sengaja ku...
Thursday, 31 May 2018
Wednesday, 23 May 2018
Tejo dan Kemarahannya
Sore itu Kota Batu masih seperti biasanya, dingin dan
berkabut. Disaat adzan maghrib mulai berkumandang, Tejo telah sigap
melangkahkan kakinya menuju masjid yang tak jauh dari rumah tempatnya tinggal.
Sesampainya di masjid, Tejo langsung mengambil air wudlu dan berdiam sejenak
menunggu sholat maghrib...
Tuesday, 22 May 2018
Terima Saja
Matahari tidak pernah lelah bersinar. Bagaimana pun ia memang tak pernah redup atau mati lampu. Tidak seperti aku yang masih memiliki titik terendah dalam pribadiku. Redup karena kecewa atau terasa mati lampu karena hampa.
Tetes air hujan tidak pernah mengeluh untuk selalu jatuh. Memang air itu...
Monday, 14 May 2018
Hyang Widi
Aku sudah lama tidak menulis puisi. Jari jemariku kaku. Bahkan lidahku mulai kaku untuk mengucap bait demi bait yang hendak aku tulis. Namun, hari itu, ketika aku duduk di meja kerjaku. Aku mengambil kertas putih dan pensil, mencoret-coret kata per kata. Dan hari ini, kutemukan kertas itu masih terselip...
Sunday, 13 May 2018
Kemana Aku Pergi?
Dingin senja, hanya itu yang tersisa setidaknya. Aku masih kehilangan gema cahaya. Untuk pulang kepada aku yang nyata. Belum ada jalan pintas ke arah barat daya.
Tempat pertama adalah makna.
Dan kita seperti biasa, hanya sanggup menerka. Abu-abu bukan jingga seperti utara. Debur ombaknya saling...
Tuesday, 8 May 2018
Mati
Karena yang mati ada untuk di ikhlaskan. Itu kata siapa ya?
Sudahi pertemuan, hentikan salam yang terkirim. Mari berputus kontak, mengecam realita yang sarat guna.
Marahlah jika ingin, kutuklah bila perlu. Kita sudah mati, layaknya daun gugur yang diterpa angin.
Kita hanya perlu berpisah...
Monday, 7 May 2018
Aku
Bolehkah aku menjadi aku?
Bolehkah aku menulis sastra. Walau aku tak tau sastra?
Bolehkah aku bermonolog. Walau aku payah?
Bolehkah aku berkicau dalam bentuk yang syahdu? Tanpa komedi. Hanya segelintir tulisan yang memanjakan mata.
Aku ingin menjadi aku.
Walau hanya saat ini.
- 7 Mei...
Sunday, 6 May 2018
Angan-angan
Kutulis namamu. Tidak disini, tapi di buku harianku. Biarlah tiada seorang pun menahu. Perihal rasa yang menyesakkan ulu.
Masih kutulis namamu. Entah sudah berapa ratus atau ribu. Namun masih saja aku tak jemu. Tetap kutulis namamu.
Masih aku memanggilmu dalam diam. Melangitkan namamu dalam doa...
Pengulangan
Jika kau berharap ini tidak akan berulang, kau salah!
Kita belajar mengenai kejadian yang terulang sebagian, seperti roda melakukan perputaran. Lalu kita terus merasakan pegulangan, agar sejalan, maka semuanya dimungkinkan.
Kita adalah sebuah pengulangan, dari cerita yang lalu-lalang. Seperti...
Friday, 4 May 2018
Berpamtomim
Jika ada cerita tanpa suara. Kusebut dirimulah penyebabnya.
Jika ada seribu kata tanpa makna. Kusebut dirimulah penulisnya.
Jika ada lagu tanpa tangga nada. Masih, kusebut dirimulah penciptanya.
Kau ada. Memang ada. Namun adamu meniadakan. Karena kau hanya diam.
Berpamtomim dalam...
Nikmati Saja
Langit jingga mulai memudar menghiasi langit sore. Ia kembali dalam peraduan bersama pelukan. Dan dongeng malam pun siap dimulai, kata demi kata keluar dari mulut pendusta. Dan, saat itu dimulai langit pun bergemuruh dengan keras, seolah sedang menghantam ketenangan malam. Ataukah itu sebagai pertanda...
Thursday, 3 May 2018
Kopi Basi
Ada saat kau ingin sepi. Tapi kau hanya diam karena semua orang membutuhkanmu. Ada saat kau ingin keramaian. Tapi kau hanya diam karena semua orang tidak membutuhkanmu.
Ditengah-tengah keramaian, hanya kau yang merasakan senyapnya malam dan dinginnya kalbu.
Dapatkah seseorang mengambil keputusan...