Friday, 5 October 2018

Halusinasi

Pada mega-mega yang gemerlap dalam gelap. Mahligai berwarna-warni hadir saat mata terpejam.  Merongrong sukma dan nestapa yang pengap lalu aku mulai hinggap pada setiap lekukmu--padamu. Kata per kata aku semaikan di antara bibirmu. Diantara egomu, di antara segala yang mampu. Bisu mulai jadi percakapan...
Share:

Monday, 1 October 2018

Salut

Ramai. Penuh. Sesak. Sulit. Aku mundur saja. Terlalu ramai. Aku tak suka berdesak-desakan.  Namun kau terlihat nyaman dengan keramaian itu. Seandainya kau inginkan aku. Seharusnya sudah kau tarik diri dari keramaian itu. Seandainya kau pahami aku. Tak mungkin kau biarkan aku berjalan keluar sendiri...
Share:

Saturday, 29 September 2018

Lelah

Susahnya menerima. Dari yang ada. Dari yang bersedia. Itulah yang membuatmu susah. Bukan perihal melulu. Apalagi apa-apa yang terlalu. Tapi kenapa suka muluk-muluk. Ketika ada yang memudahkanmu? Bukan aku memaksa. Tapi banyak yang berkata. "Hal kecil yang kau anggap sederhana. Nyatanya sering jadi...
Share:

Tuesday, 25 September 2018

Hempasan

Senja ini. Masih terngiang sebuah kata. Diiringi rintikan hujan yang tiba-tiba menganggu ketenangan di sela-sela buluh kata itu. Mengiramakan kesedihan yang terukir di jiwa. Membiarkan saja sajakku melayang. Berlembar-lembar ku biakkan kata. Kuhimpun berjuta kata dalam angan. Ku rangkai menjadi untaian...
Share:

Friday, 21 September 2018

Takut Kalut

Rasanya takut. Terasa kalut. Dari banyak tulisan yang saya baca. Semua garis akan berlalu dengan tanpa kata lambat.  Rasanya takut. Terasa kalut. Terpintas ujar terlambat sambil dibayang duka mendalam tersibak.  Rasanya takut. Terasa kalut. Sat itu memang dihujami luka. Bukan lagi dalam...
Share:

Tuesday, 11 September 2018

Jangan

Jangan lupa membawa ponselmu ke manapun kamu pergi. Karena kamu sering kali tidak membuka pesan dariku. Jangan lupa membuka pesan dariku. Karena kamu sering kali menumpuk pesan dariku, Hingga berbulan-bulan lamanya. Padahal kolom chatk-ku masih bertengger paling atas di ponselmu. Jangan lupa membalas...
Share:

Friday, 7 September 2018

Kuberi Judul Bab Wafda

Masih terpampang jelas. Aku terakhir kali mengirim surat itu adalah pada tanggal 1 Mei 2018. Surat yang kutulis tanpa harapan dibalas. Karena aku pikir untuk apa dibalas. Toh semua juga telah berakhir. 1 minggu berlalu. Benar, tanpa ada balasan. Dan aku menyerahkan semua hasil surat-menyuratku kepada...
Share:

Wednesday, 5 September 2018

Egois

Egois adalah aku yang mengaku rindu sudah di ujung buku. Cerita yang aku tutup beku dan maaf adalah semu. Apakah aku pemaaf bagi diri sendiri, atau sebuah alibi ketidakmampuan diri.  Menjadi api dan pergi atau lari dari keinginan berbagi sepisebab aku kacau selalu-lagi. Keinginan menyimpan cahaya...
Share:

Friday, 24 August 2018

Candu

Aku marah karena candu kata-katamu. Tak tahu darimana tapi ia membius. Menembus masuk hingga sakit. Cukup sakit untuk ku minta lagi dan lagi.  Aku marah karena candu kata-katamu. Tak tahu bagaimana tapi ia menusuk. Merasuk diksi hingga jadi gila. Cukup gila untuk ku minta lagi dan lagi.  Aku marah...
Share:

Pemimpi

Aku bukan yang terpandai. Aku bukan yang tercakep. Aku bukan yang terhebat. Aku bukan yang sempurna. Bukan pula yang beruntung.  Aku tak pernah mudah jalani setiap langkah. Tuhan tak izinkan itu. Aku mendagi cara terjal. Ketika yang lain retas sederhana. Ketika yang lain telah dapat yang mereka...
Share:

Thursday, 23 August 2018

Tertinggal

Kala itu, aku menemukan sebuah rahasia dalam dua bola mata. Tatapmu seolah menunjukkan cerita.  Tentang rasa yang tertinggal. Tentang angan yang tak mampu kau gapai.  Aku tak mampu berkata. Karena aku tak pernah ada dalam cerita. - Jalitbar, bersama Intan dan Arsa ...
Share:

Tuesday, 21 August 2018

Ujung Cakrawala

Kedamaian tanpa batas di ujung cakrawala. Kita menikmati pemandangan hidup dari pelataran surge.  Melihat insan yang tak pernah lelah. Bercinta melawan arah kiblat. Berusaha keras menyantap titik-titik bahagia. Yang tersedia dalam sudut pandang. Tuhan yang kita anggap berbeda nama, menatap lembut...
Share:

Relung

Riang relung. Bergemuruh.  Ramai suar. Bergelora. Hati rindu. Bibir kelu. Malu ragu. Menyuara.  Riak meronta dikala sunyi.  Genggam sendu.  Terasa semu. - Bazaar Kawi, 19 Agustus 2018 bersama Kopi Pait ...
Share:

Saturday, 18 August 2018

Bertaruh Aksara

Aku akan menjadi pandai membaca maksudmu. Tak rumit. Hanya perlu waktu menela’ah dirimu. Engkau berkata seakan mencintaiku dengan penuh. Tapi nyatanya kau selalu memberi resah dalam tabu.  Aku ini seperti. Berduka disetiap waktu. Apa yang telah tiada, macam terbunuh. Ucapmu seakan menghantui...
Share:

Thursday, 16 August 2018

Ada Ngga Sih?

Ada ngga sih, balasan yang setimpal bagi mereka yang perlakuin orang lain itu seenaknya dan diterima lapang dada tanpa perlawanan sedikitpun dari orang itu?  Ada ngga sih, mereka pernah kepikiran buat berhenti berlaku bodoh yang bahkan kita bisa menyebutnya lebih dari sampah?  Ada...
Share:

Wednesday, 15 August 2018

Tidak Untuk Manusia #2

Hmm. Lama tidak merasakan dinginnya jalan pegunungan Kota Batu. Akhirnya keturutan juga. Kali ini bersama temanku, seorang perempuan yang juga mahasiswa baru dan sejurusan dengan aku. Ya saat itu adalah kali ketiga aku bertemu dengannya. Menikmati kopi dan jagung, di daerah kelok Payung sambil melihat...
Share:

Monday, 13 August 2018

Menceritakan Masa Lalu

Kamu itu jangan diam di tengah upacara pemakaman. Kamu pasti kalah khusyuk.  Kamu jangan coba-coba melupakan ditengah orang-orang putus asa. Kamu pasti kalah sengsara. Kamu jangan pernah mejauhi siapapun ditengah-tengah gunung. Kamu pasti kalah dingin.  Kamu jangan mengeluarkan...
Share:

Saturday, 11 August 2018

Tidak Untuk Manusia #1

Sudah menjadi tradisi. Kebiasaan mahasiswa baru ketika jadwal kuliah belum muncul adalah ngopi. Tiap malam. Tak peduli kondisi kantong sedang tipis maupun tebal. Yang penting ngopi dan srawung. Mencari kawan sebanyak-banyaknya sebelum menjalani rutinitas sibuk di kampus. Nah, malam ini. Aku mendapatkan...
Share:

Friday, 10 August 2018

Cahaya Api

Pelukan adalah candu bagi yang tak mampu mengisyafi rindu.  Batin adalah kecamuk diri yang remuk meminta masuk.  Meronta-rpnta tanpa ada suara tangis atau tawa.  Ia hanya tahu hatinya tak mampu sebab sendu.  Dan hampa begitu merdu.  Menjadi-jadi cahaya api tetapi...
Share:

Monday, 6 August 2018

Tujuan

Bukannya naif, hanya merasa sebersyukur itu dipertemukan semesta, diperkenalkan, dibuat sedemikian dekat ini sehingga rasa ini tumbuh. Dusta jika aku mengaku tidak bahagia,  Bagaimana mungkin? Tawa ini pernah beralasan kamu. Dan jangan lupakan desir hangat ini juga merupakan tanggung jawabmu....
Share:

Friday, 3 August 2018

Sejenak

Kita dipertemukan oleh jejaring maya tanpa sengaja. Lewat jemari yang beradu, terciptalah cakap singkat antara kau dan aku.  Masih teringat jelas malam itu. Di atas meja kedai kopi temanmu, pertama kali kita berdua bersua. Kali kedua kita bercanda ditemani jajanan angkringan yang kau suka....
Share:

Monday, 30 July 2018

Bersemayam

Ada rindu yang bersemayam lama, pada semilir darah yang mampu gertakan dada lebih dari biasanya, atau sekedar menangkap kupu-kupu terbang di dalam perut. Namun sang tuan terlalu biasa hidup tanpa hal-hal tersebut. Hidupnya telah lebih dari cukup. Bahagianya hanya pada semilir angin sepoy-sepoy yang...
Share:

Saturday, 28 July 2018

Al Kindi Ha'e Ha'e

Cukup sudah 6 hari kita lewati. Tanpa alat elektronik. Tanpa rokok. Dan tanpa pelukan hangat orang tua. Hanya bermodalkan badan dan kelengkapan pakaian. Dengan aturan cara berbusana yang njlimet dan otoriter. Pasrah dan sabar. Satu-satunya cara agar bisa bertahan di rusunawa UMM Awal memang tidak...
Share:

Friday, 27 July 2018

Tangisanmu

Menangis adalah ungkapan ekspresi seseorang ketika kata tak lagi bisa mengungkapkan perasaannya. Jangan kau kira ketika ia menangis berarti ia lemah. Jangan kau kira ketika ia menangis ia lelah. Kau salah besar. Lihatlah sosok Mas Pur yang kehilangan pujaan hatinya. Ia menangis. Apakah ia lemah?...
Share:

Thursday, 26 July 2018

Tanpa Sertifikat

Pikiran ku jahat. Apa yang ku benci, Apa yang ku sesali. Nafsu tak terkendali. Amarah tak terpungkiri. Memaksa ku untuk membenci padahal hati memuji-muji. Kalau ingin menguji. Jangan seperti ini. Aku harap kau mengerti. Pikiran jahat ini. Membutakan hati. Jangan kau sesali, bila nanti. Aku yang...
Share:

Saturday, 21 July 2018

Semesta dan Waktu

Akan ada waktu dimana kau hanya ingin menyerah. Melepas semua resah. Berhenti dan tak lagi menuju segala arah. Ada waktu dimana kau tak dapat lagi meluap. Hanya segera inign lenyap. Lalu bersama udara kau menguap. Dan di waktu kau ingin berhenti. Tak lagi mencari arti. Meninggalkan segala suatu...
Share: